Memang sebelumnya saya sudah pernah dengar mengenai tweet berbayar tapi kurang begitu merespon soal itu. Saya masih berfikir ahh masak iya sih buat status yang berbau promo itu selalu mengandung unsur berbayar, padahal bisa jadi itu karena kita suka dengan produk tersebut atau tempat yang kita kunjungi membuat nyaman di kita dan akhirnya kita memposting sesuatu dan berkomentar di timeline mengenai hal itu. Secara tidak langsung faktor tersebut yang membuat saya tetap PD saja dengan secara tidak sengaja memposting status yang niat awalnya adalah “review” tapi berujung promo.
Setelah ada yang bilang kalau itu adalah termasuk tweet berbayar, kemudian saya langsung pada saat itu juga mencari info mengenai tweet berbayar. Pertama yang saya lakukan adalah tanya ke om Google, dan ternyata sudah banyak yang membahas mengenai kasus tweet berbayar tersebut, tinjauan selanjutnya tanya pada teman-teman saya mengenai tweet berbayar itu seperti apa. Dan jawaban dari hasil survey googling+survey secara langsung, kebanyakan menyebutkan bahwa tweet berbayar kurang begitu di respon baik oleh followers.
Lagi lagi sosial media twitter yang menjadi alat untuk berkomunikasi via online ini bisa berujung merusak citra diri sendiri maupun citra dari orang/brand lain. Banyak sekali informasi mengenai tweet berbayar. Ada beberapa artis di dalam maupun luar negeri yang menjadikan twitternya sebagai ladang penghasilan, biasanya ini dinamakan denga paid to twit. Artis-artis hollywood seperti Nicole Richie, Kim Kardashian, Whitney Port dan Audrina Patridge yang menurut artikel yang sempat saya baca disini mereka dibayar hingga $10,000 / tweet oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Sony dan Nestle. Ada juga artis lokal yang di bayar per 1 kali tweet sampai dengan 8 juta rupiah, wow sangat mengejutkan. Itu baru 1x twit bagaimana kalau 2, 3, 4 dan seterusnya, sungguh tak terbayangkan :)).
Apa sih yang membuat tweet berbayar nantinya lebih cenderung ke negatif daripada hal positifnya? Nah, selanjutnya di bawah ini akan saya ulas mengenai tweet berbayar tersebut. Pertama twit berbayar akan menjadi bermanfaat buat kita maupun follower. Ketika dari tweet tersebut akan menghasikan sesuatu misalnya seperti paid to twit yang saya sebutkan di atas, jadi orang di suruh ngetwit tentang sebuah perusahaan dan akan membayar ke kita yang di suruh untuk mempublikasikannya lewat twitter dan kita akan sedikit mendapatkan penghasilan, dan dari sisi followernya bisa jadi itu bahan informasi terbaru buat mereka. Semua itu belum berdampak besar ketika hanya 1 atau 2x twit saja, ini tidak akan berpengaruh apa-apa, follower juga pasti perhatiannya tidak begitu besar.
Nah, yang kedua jika si buzz agent (sebutan untuk orang yang melakukan tweet berbayar) melakukan beberapa twit yang berisi promo dengan berulang kali, maksudnya dia mempromosikan secara terus menerus sebuah brand yang telah menjadikannya sebagai buzz agent. Kira-kira apa yang akan terjadi dari si buzz agent seperti ini? secara tidak langsung beberapa follower yang kebetulan mengikuti timeline nya tersebut, akan merasa jenuh dengan beberapa twit yang di publikasikan, dia (follower) akan berfikir seperti ini “Nah, kenapa artis ini kok promo terus ya, padahal niat gua kan mau ngikutin kegiatan sehari-harinya, bukan ngikutin apa yang akan di promosikannya” #jleb sadar atau tidak follower yang seharusnya akan di cap menjadi followernya si artis seumur hidup :D sudah merasa tidak nyaman lagi dengan artis tersebut. Bisa-bisa unfollow deh… :(( ingat follower adalah raja :D
Itu dari sisi followernya, nah sekarang dari sisi brand yang di promosikannya. Ketika si buzz agent ngetwit tentang suatu brand secara berulang kali, maka follower juga akan berfikir yang gak baik dengan brand tersebut. contohnya saja ada follower yang ngomong seperti ini “Beuh apa-apaan nih artis sabun mandi kok di suruh mempromosikan oli motor emang di bayar berapa sih nih artis” #jleb, langsung keduanya mendapat respon kurang baik dari follower. Sekali lagi ingat follower adalah raja :D
Dari contoh studi kasus diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa sebuah brand harus cermat memilih buzz agent yang sesuai dengan produk yang mereka tawarkan, dan juga untuk si buzz agent sendiri harus benar-benar memperhitungkan mengenai twit-twit berbayarnya tersebut agar follower nya merasa nyaman dan tetap bersamanya :D . Ok mungkin itu sharing kali ini dari saya mengenai tweet berbayar, semoga bermanfaat buat temen2 semua, makasih :D
Sumber vahrur.blogdetik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar selama komentar itu gratis